Thaharah sebagai perlindungan diri dari Virus Corona

Dalam Islam, kesucian (thaharah) memiliki kedudukan yang sangat penting bahkan menjadi bab pertama dalam kajian hukum. Bersuci merupakan tatanan agama yang bisa dikatakan berada pada tingkat yang lebih tinggi dari sekedar pembersihan. Karena tidak semua yang bersih itu suci. Buku tematik pilihan untuk belajar hal ini adalah fiqih, kelas 4 sekolah dasar.

Thahârah terbagi menjadi dua, yaitu bersuci dari naji dan bersuci dari hadat. Penyucian najis dilakukan dengan berbagai cara sesuai dengan tingkatan najisnya: berat (mughalladhah), sedang (mutawassithah) atau ringan (mukhaffafah). Sedangkan bersuci hadits dilakukan dengan wudhu (untuk hadits kecil) dan mandi (untuk hadits besar) atau tayamum secara wajib.

Seperti agama lain, perintah kesucian ini mengandung kebijaksanaan atau kehati-hatian. Sedikitnya ada empat hikmah syahârah yang diambil dari kitab al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi’î dari Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha dan’ Ali asy-Asyarbaji.

Pertama, kesucian merupakan salah satu bentuk pengakuan Islam terhadap fitrah manusia. Manusia memiliki kecenderungan alami untuk hidup bersih dan menjauhi sesuatu yang kotor dan jorok. Karena Islam adalah agama fitrah, ia juga memerintahkan hal-hal yang sesuai dengan fitrah manusia.

Kedua, menjaga harkat dan wibawa umat Islam. Umat ​​Muslim menyukai kehidupan komunitas yang aman dan nyaman. Islam tidak ingin umatnya dikucilkan atau dijauhi oleh pergaulan karena masalah kebersihan. Keseriusan Islam tentang perintah kesucian ini menunjukkan komitmennya yang tinggi untuk kemuliaan pemeluknya.

Ketiga, jaga kesehatan Anda. Kebersihan pribadi adalah bagian terpenting untuk mencegah seseorang jatuh sakit. Penyebaran penyakit biasanya disebabkan oleh lingkungan yang kotor. Oleh karena itu, tidak salah jika dikatakan bahwa “kebersihan adalah tumpuan kesehatan”.

Anjuran untuk membersihkan badan, membersihkan muka, kedua tangan, hidung dan kedua kaki beberapa kali dalam sehari berkaitan dengan kondisi dan aktivitas manusia. Pasalnya, anggota badan termasuk yang paling rentan terkena kotoran.

Keempat, persiapkan diri Anda dalam keadaan terbaik di hadapan Tuhan: tidak hanya suci tetapi juga suci. Dalam shalat, permohonan dan munajat, seorang hamba harus suci jasmani dan rohani, jasmani dan rohani, karena Allah yuhhibut tawwâbîna yayuhibbul mutathahhirîna (mencintai orang yang bertaubat dan menyucikan diri)

Thaharah sebagai perlindungan diri dari Virus Corona

Dalam soal kesucian (thaharah), ternyata secara tidak sengaja memuat tudingan agar terhindar dari kuman penyakit. Oleh karena itu, hukum syariah Islam tidak hanya mengatur ketentuan jalan suci berupa air atau tanah, tetapi juga mengatur tata cara bersuci.

Jika membersihkan beberapa tinja, harus disiram hingga 7 kali dengan air mengalir, yang pada gilirannya harus membersihkan bagian tinja yang terkena, dengan tanah. Feses dalam arti luas adalah segala jenis feses yang berbahaya bagi tubuh, termasuk kuman penyakit COVID-19.

Agar tubuh tetap bersih dan terbebas dari berbagai penyakit, sunnah Nabi memberikan petunjuk untuk bersiwak / sikat gigi utama untuk tidur, setelah makan dan untuk sholat.

Berwudhu dengan benar yang dimulai dengan berkumur, dan istinsyaq atau menghirup air ke dalam rongga hidung merupakan cara yang baik untuk mencegah virus masuk ke dalam tubuh. Jadi menembus wajah, lalu mengusap kepala, yaitu mengusap-usap jari yang basah ke seluruh kepala, adalah hal yang sangat penting dan baik untuk menyadarkan semua saraf kepala. Coba lakukan dengan benar dan rasakan manfaatnya.

Thaharah sebagai perlindungan diri dari Virus Corona | admin | 4.5